Kembali ke Panduan Kuliah
Tanpa Belajar Mandarin, Bisakah Mendaftar ke Universitas Tiongkok?
Proses Pendaftaran 6 menit

Tanpa Belajar Mandarin, Bisakah Mendaftar ke Universitas Tiongkok?

Penulis: GoToPanda | Waktu baca sekitar 6 menit

Jawabannya: bisa mendaftar, dan bisa belajar dengan normal. Tapi "tidak belajar bahasa Mandarin" dan "kehidupan tidak terpengaruh" adalah dua hal yang sepenuhnya berbeda.

Artikel ini akan menjelaskan kelayakan, keterbatasan, dan pengalaman nyata "kuliah di Tiongkok tanpa belajar bahasa Mandarin" dari tiga lapisan: syarat pendaftaran, pembelajaran di kelas, dan kehidupan sehari-hari.


Lapisan pendaftaran: tidak belajar bahasa Mandarin sepenuhnya bisa, program berbahasa Inggris lebih banyak dari yang kamu kira

Jumlah program berbahasa Inggris yang ditawarkan universitas Tiongkok untuk mahasiswa internasional tumbuh pesat. Menurut data China Admissions, universitas Tiongkok saat ini punya lebih dari 500 program berbahasa Inggris untuk dipilih mahasiswa internasional. Dari S1 sampai S3, dari teknik sampai bisnis, cakupannya sangat luas.

Apa syarat pendaftaran program berbahasa Inggris?

Mengambil contoh brosur pendaftaran mahasiswa swadana Southwest Jiaotong University 2026-2027, untuk mendaftar program berbahasa Inggris perlu memenuhi:

  • Penutur non-bahasa Inggris: IELTS 6.0 ke atas, atau TOEFL iBT 80 ke atas, atau menyerahkan bukti bahwa gelar sebelumnya diajarkan dalam bahasa Inggris.
  • Penutur asli bahasa Inggris: biasanya dibebaskan dari skor bahasa.

Standar ini pada dasarnya seragam antar universitas. Persyaratan program berbahasa Inggris Zhongnan University of Economics and Law juga IELTS 6 atau TOEFL 80 ke atas. Xi'an Jiaotong University juga mensyaratkan IELTS 6.0 atau TOEFL 80 ke atas.

Dalam ujian CSCA, pelamar program berbahasa Inggris punya pengecualian khusus

Mulai tahun ajaran 2026/2027, mahasiswa internasional yang mendaftar S1 di Tiongkok wajib mengikuti ujian CSCA. Namun pelamar program S1 yang sepenuhnya berbahasa Inggris tidak perlu mengikuti tes bahasa Mandarin profesional, hanya perlu mengikuti ujian matematika (serta fisika atau kimia, tergantung jurusan). Mata pelajaran matematika, fisika, dan kimia bisa memilih soal berbahasa Inggris.

Artinya: jika kamu mendaftar S1 berbahasa Inggris, persiapan CSCA-mu hanya perlu matematika dan mata pelajaran pilihan versi Inggris, sama sekali tidak perlu menguji bahasa Mandarin.


Lapisan pembelajaran di kelas: bisa mengikuti pelajaran, tapi ada tiga masalah nyata

Pertama, jumlah dan cakupan jurusan program berbahasa Inggris masih terbatas

Mengambil contoh Jilin University, direktori jurusan mahasiswa internasional tahun ajaran 2026-2027 menunjukkan: jurusan S1 berbahasa Mandarin 35, jurusan S1 berbahasa Inggris hanya 2. Di tingkat S2, berbahasa Mandarin 102, berbahasa Inggris 41. Di tingkat S3, berbahasa Mandarin 67, berbahasa Inggris 34.

Pilihan berbahasa Mandarin jauh lebih banyak daripada berbahasa Inggris. Jika jurusan yang ingin kamu pelajari kebetulan tidak punya program berbahasa Inggris, pilihanmu akan menyempit drastis.

Kedua, "berbahasa Inggris" tidak sama dengan "lingkungan sepenuhnya Inggris"

Ini hal yang paling perlu diingatkan. Seorang mahasiswa program MBBS berbahasa Inggris memberi masukan: "Bahkan dalam program 'berbahasa Inggris', sebagian besar kuliah, diskusi kasus, dan sesi tanya jawab sebenarnya dilakukan dalam bahasa Mandarin." Seorang mahasiswa Afrika lain juga menyebut: "Bahkan jika kamu mendaftar program berbahasa Inggris, bahasa pengantar utama di programmu tetap bahasa Mandarin."

Ketiga, komunikasi dosen-mahasiswa bisa menemui kendala

Ada penelitian yang menunjukkan, kemampuan bahasa Inggris sebagian dosen terbatas; mahasiswa yang ingin berkonsultasi perlu bantuan alat penerjemah atau asisten berbahasa Mandarin.


Lapisan kehidupan sehari-hari: di luar kelas, bahasa Mandarin adalah kebutuhan

Inilah tantangan terbesar dari "tidak belajar bahasa Mandarin".

Di luar kelas bahasa Mandarin, tingkat penggunaan bahasa Inggris jauh di bawah ekspektasimu

Sebuah studi terhadap mahasiswa internasional di universitas Tiongkok menemukan: "Bahasa Inggris bukan bahasa resmi atau bahasa kedua Tiongkok, penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari sangat terbatas." Artinya: memesan makanan online, naik bus, ke rumah sakit, berkomunikasi dengan pengurus asrama, buka rekening bank — dalam skenario harian ini, bantuan bahasa Inggris sangat terbatas.

Pola sosial mahasiswa program Inggris dan Mandarin sepenuhnya berbeda

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal akademik melakukan wawancara mendalam terhadap mahasiswa internasional di sebuah universitas Shanghai, kesimpulannya jelas: mahasiswa program Inggris terutama membentuk jaringan sosial lintas negara lewat bahasa Inggris dan alat penerjemah, sementara mahasiswa program Mandarin terlibat lebih dalam dengan institusi lokal dan jaringan sebaya. Singkatnya: lingkaran pertemanan mahasiswa program Inggris kemungkinan besar juga sesama mahasiswa internasional; hanya mahasiswa program Mandarin yang punya kesempatan benar-benar masuk ke lingkaran mahasiswa Tiongkok.

Tapi satu kasus positif nyata layak dibagikan

Seorang mahasiswa Indonesia bernama Kyla yang kuliah Ekonomi dan Perdagangan Internasional di Southwest University of Political Science and Law memilih program berbahasa Inggris. Ia menulis di artikelnya: "Jika aku belajar dalam bahasa yang lebih kukuasai, aku bisa fokus memahami pengetahuan profesional, bukan terjebak oleh bahasa itu sendiri." GPA-nya mencapai 4.6/5.0. Di luar kelas, ia tetap giat belajar Mandarin, dan pada semester musim dingin kedua mengikuti ujian HSK level 4 dengan skor mendengar 100.

Kesimpulannya: "Datang kuliah ke Tiongkok bukan sekadar untuk meraih gelar."


Saran untukmu yang "tidak belajar Mandarin tapi ingin kuliah di Tiongkok"

Pertama, perjelas tujuan utamamu

Jika kamu datang ke Tiongkok untuk menyelesaikan gelar dalam bahasa Inggris dan merasakan kehidupan serta budaya Tiongkok, program berbahasa Inggris sepenuhnya cukup. Tapi jika kamu berharap benar-benar memahami Tiongkok, melebur ke masyarakat lokal, dan membangun jaringan karier di lingkungan berbahasa Mandarin, tidak belajar bahasa Mandarin akan menjadi batasan besar.

Kedua, di luar kelas, aktiflah belajar Mandarin dasar

Meski kamu mengambil program berbahasa Inggris, disarankan setelah masuk memanfaatkan kursus Mandarin atau program language partner yang disediakan kampus untuk menguasai kemampuan komunikasi dasar. HSK level 3 (600 kata) sudah cukup untuk menghadapi sebagian besar skenario kehidupan — ke bank, ke rumah sakit, berkomunikasi dengan pemilik rumah, semua bisa ditangani sendiri.

Ketiga, jadikan "kemampuan bahasa Mandarin" sebagai investasi jangka panjang

Meski sekarang belum belajar, perkembangan kariermu setelah lulus mungkin membutuhkannya. Perdagangan Tiongkok-Thailand, kerja sama Tiongkok-Korea, infrastruktur Asia Tenggara — peluang kerja di bidang-bidang ini lebih menyukai talenta yang menguasai profesi sekaligus bahasa Mandarin.


Ingin tahu universitas mana yang menyediakan program berbahasa Inggris?

GoToPanda (Panduan Panda) menghimpun lebih dari 300 universitas Tiongkok dan lebih dari 500 ribu data penerimaan, mencakup daftar program berbahasa Inggris, persyaratan bahasa, persyaratan mata pelajaran CSCA, biaya kuliah, dan 13 dimensi lainnya. Asisten AI-nya, Pandi, bisa membantumu mencocokkan universitas yang tepat berdasarkan arah jurusan dan kemampuan bahasa. Kamu bisa langsung bertanya padanya:

  • "Saya ingin kuliah S1 ilmu komputer berbahasa Inggris, universitas mana yang punya?"
  • "Untuk program berbahasa Inggris, CSCA menguji mata pelajaran apa saja?"
  • "Tanpa belajar Mandarin, kuliah program berbahasa Inggris di Tiongkok, kesulitan apa saja dalam kehidupan sehari-hari?"

Ia akan memberimu jawaban spesifik dan alternatif, bukan membiarkanmu mencari sendiri di ratusan halaman web.

Tanpa belajar Mandarin, kamu bisa mendaftar ke universitas Tiongkok dan belajar dengan normal. Tapi bahasa Mandarin menentukan radius kehidupan dan radius kariermu di Tiongkok. Belajar di kelas pakai bahasa Inggris, hidup pakai bahasa Mandarin — ini mungkin jalur paling realistis.

Masih ada pertanyaan? Tanya Pandi

Apakah artikel ini membantu?