
Bagaimana Mahasiswa Internasional Berteman di Universitas Tiongkok?
Penulis: GoToPanda | Waktu baca sekitar 8 menit
Banyak mahasiswa internasional, sebelum datang ke Tiongkok, punya harapan yang sama: berteman dengan orang Tiongkok.
Tapi setelah tiba, baru sadar hal ini lebih sulit dari yang dibayangkan.
Lihat dulu datanya. Sebuah studi Tsinghua University menemukan, interaksi mahasiswa asing di Tiongkok dengan mahasiswa Tiongkok umumnya kurang baik. Dalam lingkaran pertemanan mahasiswa asing, teman Tiongkok cenderung sedikit, frekuensi dan kedalaman interaksinya lebih rendah dibanding teman senegara dan teman internasional dari negara lain. Mahasiswa asing sulit membangun hubungan dekat dengan mahasiswa Tiongkok, dan mahasiswa Tiongkok jarang menempati posisi terpenting dalam lingkaran pertemanan mahasiswa asing.
Studi kualitatif lain terhadap mahasiswa Malaysia juga menemukan, mahasiswa asing terutama berinteraksi dengan sebaya dari negara sendiri atau negara tetangga, dan kontak dengan mahasiswa Tiongkok sangat terbatas.
Ini bukan masalahmu sendirian.
Pahami dulu: kenapa berteman dengan orang Tiongkok agak sulit?
Alasan satu: hambatan bahasa adalah tembok terbesar
Sebuah studi terhadap 384 mahasiswa internasional di perguruan tinggi Nanjing menunjukkan, 89% responden menganggap hambatan bahasa sebagai kesulitan utama mereka. Studi lain menyebut, lebih dari 90% peserta menempatkan hambatan bahasa sebagai sumber stres tinggi.
Hambatan bahasa bukan sekadar "tidak paham pelajaran". Artinya kamu tidak bisa mengobrol gosip dengan teman sekelas dalam bahasa Mandarin, tidak bisa bercanda dalam bahasa Mandarin di kantin, tidak bisa mengeluh banyaknya tugas dalam bahasa Mandarin di asrama. Hambatan bahasa merembes ke setiap sudut kehidupanmu, juga ke setiap upaya bersosialisasi.
Alasan dua: isolasi struktural
Ruang hidup mahasiswa asing dan mahasiswa Tiongkok di universitas Tiongkok, dalam banyak kasus, terpisah. Mahasiswa program berbahasa Inggris, teman sekelasnya adalah mahasiswa internasional; tinggal di asrama mahasiswa internasional; kantin yang didatangi mungkin juga kantin yang biasa didatangi mahasiswa internasional.
Sebuah studi menegaskan, sistem manajemen mahasiswa universitas Tiongkok menyebabkan isolasi harian antara mahasiswa Tiongkok dan mahasiswa internasional. Ini bukan disengaja siapa pun, melainkan produk sampingan dari rancangan sistem.
Alasan tiga: kedua belah pihak sama-sama tidak proaktif
Temuan paling menyakitkan dalam penelitian: alasan penting melemahnya hubungan sosial adalah kurangnya keinginan membangun interaksi dua arah secara proaktif. Seorang responden mengaku: "Hubungannya tidak cukup dalam, jadi kami mencari alasan takut mengganggu satu sama lain."
Ini bukan masalah mahasiswa Tiongkok, juga bukan masalah mahasiswa asing. Kedua belah pihak sama-sama menunggu yang lain membuka suara lebih dulu.
Cara melakukannya: enam strategi yang terbukti efektif
Strategi satu: mulai dari WeChat, mulai dari menambah teman
Di Tiongkok, hampir semua kehidupan sosial terjadi di WeChat. Grup kelas, grup asrama, grup komunitas, grup kegiatan — jika tidak menambah WeChat, kamu sama saja tidak hadir.
Satu trik paling langsung: saat bertemu teman Tiongkok, tambah WeChat hari itu juga. Jangan menunggu "lain kali saja". Saat bertemu langsung tanyakan: "Boleh kita bertukar WeChat?" Pindai kode hari itu juga; jika ditunda beberapa hari, jadi canggung.
Setelah masuk grup, setidaknya balas satu pesan. Tidak perlu panjang lebar, satu emoji atau satu "diterima" sudah cukup. Intinya biarkan orang di grup tahu kamu "ada".
Strategi dua: gabung komunitas minat yang tidak butuh Mandarin fasih
Tidak semua komunitas menuntut Mandarin fasih. Cari komunitas yang "tindakan lebih penting daripada bahasa":
- Olahraga (basket, bulu tangkis, lari) — main bareng dulu, baru mengobrol
- Musik atau tari — latihan dan pentas itu sendiri tidak butuh banyak percakapan
- Fotografi atau hiking — kegiatan bersama secara alami memunculkan komunikasi
Dua minggu sebelum awal semester, mayoritas universitas menempel info rekrutmen komunitas di papan pengumuman dekat kantin. Datanglah, tunjuk poster, tanya: "Bagaimana cara bergabung?" — lawan bicaramu akan memandumu menyelesaikan sisa prosesnya.
Strategi tiga: pertukaran bahasa harus terstruktur, jangan asal mengobrol
Obrolan acak di aplikasi pertukaran bahasa (misalnya HelloTalk) biasanya tidak bertahan lebih dari tiga hari. Cara yang benar-benar efektif adalah pertukaran dengan ritme tetap:
- 30 menit Mandarin — membahas topik yang kalian pilih bersama (misalnya makanan, traveling, film)
- 30 menit Inggris — giliranmu membantu lawan berlatih
- 10 menit obrolan bebas — tanpa aturan, sekadar berteman
Setelah mengobrol online dua tiga kali, ajak bertemu langsung. Secangkir kopi atau teh susu sudah cukup. Interaksi tatap muka membangun kepercayaan jauh lebih cepat daripada mengetik.
Strategi empat: manfaatkan "Buddy Program" kampus
Banyak universitas Tiongkok punya program pendamping (Buddy Program), memasangkan setiap mahasiswa internasional dengan satu mahasiswa Tiongkok sebagai partner satu-satu. Program pendamping Shangqiu University adalah contoh khas: pendamping Tiongkok memberi bimbingan akademik dan bantuan hidup kepada mahasiswa asing, sekaligus bersama mengikuti kegiatan budaya dan praktik sosial.
Tsinghua University punya Buddy Plan, Sun Yat-sen University punya Buddy Program, Nanjing University of Aeronautics and Astronautics juga menyediakan dukungan pendamping dari awal masuk hingga lulus. Tanyakan ke kantor mahasiswa internasional kampusmu: "Apakah ada Buddy Program?" Jika ada, segera daftar.
Strategi lima: ikut kegiatan pertukaran bebas seperti Fudan Language Night
Language Night Fudan University Maret 2025 mempertemukan lebih dari 110 mahasiswa internasional dan 80 mahasiswa Tiongkok. Tanpa agenda tetap, tanpa tugas, semua bebas berjalan dan mengobrol. Peserta menempel stiker warna berbeda di baju: hati merah berarti "aku ingin berlatih bahasa asing", stiker persegi berarti "aku fasih berbahasa asing" — tanpa perlu perkenalan diri, lihat stiker saja sudah tahu harus mengobrol dengan siapa.
Seorang mahasiswa asal Ukraina berkata: "Aku bertemu banyak mahasiswa Tiongkok yang benar-benar tertarik pada budaya berbeda." Seorang mahasiswa asal Jepang berkata, ia bahkan bertemu teman Tiongkok yang pernah kuliah di kampung halamannya dan kini kuliah di Fudan, "kami mengobrol tentang perbedaan kehidupan sehari-hari dan sistem universitas di dua negara."
Jika kampusmu tidak punya kegiatan serupa, kamu bisa memulainya sendiri. Temui kantor mahasiswa internasional, cari teman Tiongkok yang bersedia membantu, adakan pojok pertukaran bahasa kecil. Tidak butuh 100 orang, 10 orang sudah cukup.
Strategi enam: terima kenyataan — teman sejati mungkin hanya ada beberapa
Studi Tsinghua menemukan fakta penting: hubungan mahasiswa asing dengan mahasiswa Tiongkok sering berhenti di lapisan "instrumental" — kamu membantuku latih Mandarin, aku membantumu latih Inggris. Hubungan semacam ini punya nilainya, tapi kekurangan kedalaman emosional yang dibutuhkan untuk hubungan berkelanjutan. Seorang responden berkata: "Hubungannya tidak cukup dalam, jadi kami mencari alasan takut mengganggu satu sama lain."
Ini bukan kegagalan. Ini kenyataan.
Kamu tidak perlu berteman dengan semua teman sekelas Tiongkok. Yang kamu butuhkan adalah beberapa teman sejati — yang mau makan bareng di akhir pekan, mau membantumu menerjemahkan saat kamu tidak paham, mau bertanya "kamu baik-baik saja?" saat kamu sakit.
Ingin tahu universitas mana yang program pendampingnya paling matang?
GoToPanda (Panduan Panda) menghimpun lebih dari 300 universitas Tiongkok dan lebih dari 500 ribu data penerimaan, mencakup pengaturan program pendamping, layanan dukungan mahasiswa internasional, sumber pertukaran bahasa, dan 13 dimensi lainnya. Asisten AI-nya, Pandi, bisa membantumu memahami sistem dukungan sosial universitas tujuanmu. Kamu bisa langsung bertanya padanya:
- "Universitas mana yang program pendampingnya paling matang? Saya ingin kampus yang ramah mahasiswa internasional."
- "Bagaimana cara mendaftar Buddy Program Sun Yat-sen University?"
- "Mahasiswa program berbahasa Inggris, bagaimana caranya bisa berteman dengan orang Tiongkok?"
Ia akan memberimu jawaban dan arahan yang spesifik, bukan membiarkanmu mencari sendiri di ratusan halaman web.
Berteman dengan orang Tiongkok bukan "tes berbaur". Kamu tidak perlu menjadi orang Tiongkok untuk bisa berteman dengan mereka. Kamu hanya perlu: menambah WeChat, gabung komunitas, ajak ngopi, makan bersama. Lalu biarkan waktu mengerjakan sisanya.
